Cara Mengetahui dan Memperbaiki Kerusakan Regulator Kiprok Sepeda Motor

Assalamualaikum sobat Tips Dani…

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit tentang cara mengetahui dan memperbaiki kerusakan regulator kiprok sepeda motor. Mungkin sebagian pemilik motor sudah tahu, kiprok adalah sebuat alat yang berfungsi sebagai stabilisator kelistrikan pada sepeda motor. Cara kerja dari kiprok tersebut adalah merubah arus AC dari coil sepeda motor, menjadi Arus DC sehingga arus DC dapat dialirkan ke baterai atau accu, agar power baterai selalu dalam keadaan terisi jika sepeda motor dalam keadaan dihidupkan.

Mengetahui gejala kerusakan umum regulator kiprok

  1. Kerusakan kiprok sering terjadi karena adanya panas yang berlebihan pada regulator kiprok apabila mesin sepeda motor dalam kondisi sedang dihidupkan.
  2. Jika baterai atau accu sepeda motor Anda sering mati alias drop, padahal accu masih dalam keadaan baru, itu berarti bahwa kemungkinan telah terjadi kerusakan pada regulator kiprok. Atau mungkin saja terjadi kebocoran arus AC pada regulator kiprok sehingga melewati output DC.
  3. Jika accu masih baru namun sering mengalami drop, padahal sepeda motor Anda sedang running atau dijalankan, dan accu dalam kondisi sedang re-charge, itu berarti regulator kiprok sudah dalam kondisi mati total.

Nah sobat Tips Dani…, dari 3 poin diatas sekilas kita bisa tahu apa saja kerusakan yang sering terjadi pada regulator kiprok sepeda motor. Namun anda tidak perlu khawatir, dalam artikel ini saya akan berbagi tips buat Anda semua tentang cara memperbaiki Regulator kiprok yang rusak.

Perlu diketahui bahwa sebuah regulator kiprok di dalamnya terdiri dari beberapa sususan komponen elektronik, seperti diode, resistor, transistor, dan kapasitor, yang tersusun dan dirakit serta diberi pendingin sehingga menjadi sebuat tabung regulator yang bernama kiprok. Anda bisa melihat pada gambar yang saya berikan, terlihat sebuah contoh regulator kiprok sepeda motor yang sudah saya bongkar.

Gambar tersebut adalah gambar regulator kiprok Suzuki Satria 120R (2 Tak) milik saya sendiri yang telah rusak, kemudian saya lepas lem siliconnya. Mengapa saya membongkarnya?, karena accu sepeda motor saya sering mengalami drop, padahal mesin motor dalam kondisi hidup atau bahkan running.

Kerusakan pada regulator kiprok sepeda motor umumnya terjadi karena salah satu pin konektor telepas karena rusak akibat dari panas yang berlebihan. Pin tersebut letaknya selalu menyatu pada komponen regulator kiprok itu sendiri. Sehingga accu tidak lagi mendapat suply teganggan DC dari regulator kiprok Tersebut. Dan secara otomatis accu power akan selalu drop.

Sebenarnya cara memperbaiki pin regulator kiprok yang rusak seperti ini sangatlah mudah. Caranya yaitu dengan menyambungkan kembali pin konektor yang terlepas tersebut dengan menggunakan solder listrik. Untuk menyambungkan konektor pin yang terlepas, terlebih dahulu harus membongkar lem silikon yang terdapat di dalam tabung regulator kiprok, dan  untuk lebih jelasnya silakan Anda lihat gambar di bawah ini:

Fungsi dari lem silikon pada sebuah regulator kiprok adalah sebagai pelindung agar komponen yang terdapat pada regulator kiprok tersebut tidak kemasukan air jika dalam kondisi basah.

Kesimpulannya adalah bahwa jika terjadi kerusakan pada regulator kiprok sepeda motor, Anda tidak usah membawanya ke bengkel untuk menghemat biaya. Bahkan Anda bisa memperbaikinya sendiri tanpa harus membeli sebuah regulator kiprok baru yang harganya lumayan mahal.

Catatan:

Saya jelaskan bahwa ujicoba perbaikan kiprok yang saya bahas menggunakan contoh model Suzuki Satria 120R (2 Tak). Mungkin merk atau type sepeda motor Anda berbeda dengan yang saya pakai. Tapi tidak perlu khawatir karena pada dasarnya semua regulator kiprok terdiri dari susunan yang sama. Jadi tidak ada perbedaan sama sekali dengan yang telah saya bahas.

Sobat Tips Dani…, demikian tips kali ini, semoga bermanfaat buat Anda yang sedang mengalami masalah yang sama seperti di atas.

Cara Mengetahui dan Memperbaiki Kerusakan Regulator Kiprok Sepeda Motor | MicroSiv | 4.5